Montag, 17. November 2008

kelak aku seperti dia

iwan fals melalui petikan gitarnya dalam lagu " manusia setengah dewa " membuatnya semakin heboh dan terkenal dikalangan anak2 muda indonesia..the all american reject dengan " it end to night " nya melejjit hebat bah pesawat n 50 bikinan united state..dan nancy agram dengan " inta eih " nya pun tak ketinggalan mewarnai musik di belahan dunia timur tengah...sedangkan aku, apa yang bisa aku banggakan dari diriku..bangkai busuk dan bercak-bercak nanah mungkin pantas untuk menggambarkan diriku..kenapa tidak? tapi aku tak menginginkan hal yang sama seperti mereka yang hanya dengan satu dua bait saja dapat melalaikan para manusia dan menidurkannya..lelap..lelap sekali..para manusia itu terjebak dengan syair2nya, mereka tidak mengira sedikit pun apakah bait2 yang menidurkan mereka itu terpancar dari ruang rindunya..satu bulan, dua bulan manusia itu terus terbuai dengan kalam2 kosong itu..tapi, heh..bulan yang ketiga para manusia itu mulai terbangun dari khayalan2 dan mimpi2nya..syair2 itu terbuang sia2 bah sampah tak bernilai..aku bangga dengan bangkai busuk dan bercak-bercak nanah itu melekat dalam diriku..karena itu adalah aku...bukan buaian dan omongan belaka.

tapi..uhuk uhuk uhuk..aku menangis melihat langit biru berubah menjadi mendung, aku sedih menatap siang berubah menjadi malam..aku ingin cahaya, aku ingin ketenangan..aku terpasung dalam ketidak puasanku, terbelenggu dengan egoku...ya..aku terlalu ego..hembusan angin malam, sapaan bintang dan rembulan menegur halus nan lembut..membebaskan aku dari belenggu egoisku, membebaskan aku dari pasungan ketidak puasanku..lalu membawaku terbang dan menari bersama bintang2, bersalaman dengan hawa malam, bercumbu mesra dengan kunang2 dan bergandengan tangan dengan sang bidadari malam..sang rembulan..aku sadar kebanggaan yang selama ini aku sanjung2 ternyata lebih dan lebih hina dari bait2 syair yang mereka tuangkan.

sang rembulan berbisik, mengajarkan aku untuk memilih sang bintang untuk menemani jalanku..aku ingin bintang itu, bintang fajar namanya. dia tersenyum indah sekali..lemparan senyumnya memabukan aku, lalu menina bobokan aku. sejuta hayalannya menghiasi otakku, menawarkan setangkai mawar merah berbau harum. matahari senja murung, cemberut melihat aku semalaman bercumbu rayu dengan sang bintang..itu nampak dari sisa senyumanku. sang mentari itu perlahan mendekati aku dan berkata " manusia memang tak ada puasnya ". aku kaget, tertegun dan terbuai dengan kata2 itu. ku tatap langit biru, cerah sekali..hatiku bertutur dimana engkau sang bintang fajarku? aku tersadar..ternyata sang bintang fajar bukan pilihanku..

malam tiba lagi, sang rembulan menggandeng aku kembali dan berbisik.." telah kau pinang bintang fajar?".. bintang itu bukan pilihanku, dia tega meninggalkan aku..membiarkan aku sendiri, aku tidak mau dia. lalu sang rembulan pun menawarkan kembali untuk memilih bintang..aku menggelengkan kepala, aku tidak mau bintang. karena kau adalah bintang itu sendiri, aku ingin kamu.. ya aku ingin menemanimu disini..dimalam ini..dan kelak aku ingin seperti dia..seperti mereka yang tulus akan syair bait2nya..

Keine Kommentare: